TERIMAKASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA

Sabtu, 09 November 2013

Perlindungan Hukum Sebagai Konsumen Akhir Dalam UUPK No. 8 Tahun 1999

Pengertian Konsumen Menurut UU Perlindungan Konsumen

Konsumen manakah yang ingin dilindungi oleh UU ini? Pengertian Konsumen Menurut UU Perlindungan Konsumen sesungguhnya dapat terbagi dalam tiga bagian, terdiri atas:
  1. Konsumen dalam arti umum, yaitu pemakai, pengguna dan/atau pemanfaat barang dan/atau jasa untuk tujuan tertentu.
  2. Konsumen antara, yaitu pemakai, pengguna dan/atau pemanfaat barang dan/atau jasa untuk diproduksi (produsen) menjadi barang /jasa lain atau untuk memperdagangkannya (distributor), dengan tujuan komersial. Konsumen antara ini sama dengan pelaku usaha; dan
  3. Konsumen akhir, yaitu pemakai, pengguna dan/atau pemanfaat barang dan/atau jasa konsumen untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, keluarga atau rumah tangganya dan tidak untuk diperdagangkan kembali.
Konsumen (akhir) inilah yang dengan jelas diatur perlindungannya dalam UU Perlindungan Konsumen tersebut. Selanjutnya apabila digunakan istilah konsumen dalam UU dan makalah ini, yang dimaksudkan adalah konsumen akhir. Undang-undang ini mendefinisikan konsumen (pasal 1 angka 2) sebagai berikut:

Setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”

Orang yang dimaksudkan dalam undang-undang ini wajiblah merupakan orang alami dan bukan badan hukum. Sebab yang dapat memakai, menggunakan dan/atau memanfaatkan barang dan/atau jasa untuk memenuhi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun mahkluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan, hanyalah orang alami atau manusia. Bandingkan dengan kerajaan Belanda yang juga memberikan pengertian pada istilah bersamaan (konsument). Pengertian konsumen dalam perundang-undangan Belanda menegaskannya sebagai “een natuurlijk persoon die niet handelt in de uitoefening van zijn beroep of bedriif” (orang alami yang bertindak tidak dalam profesi atau usahanya).

Termasuk pengertian konsumen pemakai, pengguna dan/atau pemanfaat ini antara lain adalah: pembeli barang/jasa, termasuk keluarga dan tamu-tamunya, peminjam, penukar, pelanggan atau nasabah, pasien dsb. (perhatikan beda pengetian istilah-istilah ini dalam UU perlindungan konsumen dengan dalam KUHPerdata, KUHPidana., UU No. 5 Tahun 1999 dan peraturan perundang-undangan lain yang bersifat umum).

Dan Anda tentu mengetahui bahwa ada dua cara untuk memperoleh barang, yakni:

Membeli. Bagi orang yang memperoleh suatu barang dengan cara membeli, tentu ia terlibat dengan suatu perjanjian dengan pelaku usaha, dan konsumen memperoleh perlindungan hukum melalui perjanjian tersebut.

Cara lain selain membeli, yakni hadiah, hibah dan warisan. Untuk cara yang kedua ini, konsumen tidak terlibat dalam suatu hubungan kontraktual dengan pelaku usaha. Sehingga konsumen tidak mendapatkan perlindungan hukum dari suatu perjanjian. Untuk itu diperlukan perlindungan dari negara dalam bentuk peraturan yang melindungi keberadaan konsumen, dalam hal ini UU Perlindungan Konsumen.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana bila saya membeli barang, kemudian saya menghadiahkannya kepada teman saya. Siapakah yang disebut konsumen? Menurut saya yang patut untuk disebut sebagai konsumen hanyalah penerima hadiah. Sedangkan pemberi hadiah bukan konsumen menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK. Pemberi hadiah dapat dikatakan sebagai konsumen perantara.

Lalu mengapa di ketentuan Pasal 1 angka 2 UU PK disebutkan “… baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain…”? Ketentuan ini dimaksudkan bila Anda menggunakan suatu barang dan/atau jasa dan bukan hanya Anda yang merasakan manfaatnya, melainkan juga keluarga Anda, orang lain, dan makhluk hidup lain. Contohnya bila Anda membeli sebuah AC untuk dipasang di ruang tamu rumah Anda. Tentu bukan hanya Anda yang merasakan hawa sejuk dari AC tersebut. Istri/suami, anak, tamu dan hewan peliharaan Anda tentu ikut merasakan kesejukan AC tersebut

Maka dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat Konsumen Menurut UU Perlindungan Konsumen adalah:
  • Pemakai barang dan/atau jasa, baik memperolehnya melalui pembelian maupun secara cuma-cuma
  • Pemakaian barang dan/atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain.
  • Tidak untuk diperdagangkan
Semoga informasi Pengertian Konsumen Menurut UU Perlindungan Konsumen ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Kamis, 07 November 2013

Mengenal e-commerce ( bahan skripsi )

2.1 Definisi E-Commerce. 

E-commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapatmelakukan
Transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara
online atau direct selling yang memanfaatkan fas ilitas Internet dimana terdapat website yang
dapat menyediakan layanan “get and deliver“ . E-commerce akan merubah semua kegiatan
marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading
(perdagangan) . 
Adapun pendapat mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-commerce mengacu pada
internet untuk belanja online dan jangkauan  lebih sempit. dimana e-commerce adalah
subperangkat dari E-Bisnis. cara pembayarannya: melalui transfer uang secara digital seperti
melalui account paypal atau kartu credit Sedangkan, E-Bisnis mengacu pada internet tapi
jangkauan lebih luas. area bisnisnya terjadi ketika perusahaan atau  individu berkomunikasi
dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan
internet. dengan begitu dapat memberikan ke untungan berupa keamanan  fleksibililtas dan
efisiensi. cara pembayarannya yaitu dengan melaui  pembayaran digital secara E-Gold dan sudah
di akui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online.
Pada umumnya pengunjung Website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara
online (24 jam sehari) serta dapat melakukan correspondence dengan pihak penjual atau pemilik
website yang dilakukan melalui email.
Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan browser yang
mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft Internet Explorer dan Netscape
Navigator. Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan
MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat
standar enkripsi khusus yang membuat transaks i melalui web menjadi sangat aman. Bahkan,
Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya
yang menggunakan e-commerce . 

Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai berikut : 
1. Presentasi electronis (Pembuatan Website) untuk produk dan layanan. 
2. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan. 
3. Secara otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening maupun
nomor kartu kredit).
4. Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi. 



Adapun keuntungan yang diperoleh dengan me nggunakan transaksi melalui E-Commerce
bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
1.  Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan onlin e channel yang biayanya lebih murah. 
2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan ke rtas, seperti biaya pos surat, pencetakan,
report, dan sebagainya. 
3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan tr ansfer elektronik/p embayaran yang tepat
waktu dan dapat langsung dicek. 
4. Mempercepat pelayanan ke pelang gan, dan pelayanan lebih responsif.
2.2 Karakteristik E-Commerce.

Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa
karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
-Transaksi tanpa batas 
Sebelum era internet, batas-batas geografi menj adi penghalang suatu perusahaan atau individu
yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang
dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dew asa ini dengan internet  pengusaha kecil dan
menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web
atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja
pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses s itus tersebut dan melakukan transaksi secara on
line.
-Transaksi anonym
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui  internet tidak harus bertemu muka satu sama
lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah
diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu
kredit.
-Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital
dapat dipasarkan melalui internet dengan  cara mendownload secara elektronik. Dalam
perkembangannya obyek yang ditawarkan melalu i internet juga me liputi barang-barang
kebutuhan hidup lainnya.
-Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak
berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin
luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah
membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik
(Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat
bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan
infrastruktur telekomunikasi dan teknologi info rmasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisio nal, pertemuan antara berbagai pihak dengan
beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya
permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply
dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersa ngkutan berada dalam sisi geografis yang
berbeda karena kemajuan dan perkembangan te knologi informasi, yang dalam hal ini adalah
teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan  menjadi dua jenis yaitu; Business to
Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).Business to Business (B2B) adalah sistem
komunikasi bisnis on-line anta r pelaku bisnis, sedangkan Bu siness to Consumer (B2C)
merupakan mekanisme toko on-line (electronic shoppi ng mall), yaitu transaksi antara e-merchant
dengan e-customer Dalam Business to Business pada umumnya transaks i dilakukan oleh para
trading partners yang  sudah saling kenal dengan format da ta yang telah disepakati bersama.
Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu
dapat mengaksesnya melalui suatu web server.  Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan
dibahas adalah Business to Customer.

2.3 Mekanisme E-Commerce.

Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui
internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi
di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara pa perless transaction,
sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document,
melainkan dokumen elektroni k (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti
yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
1.Kontrak melalui chatting dan video conference;
2.Kontrak melalui e-mail;
3.Kontrak melalui web atau situs.

Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediak an oleh internet
yang biasa digunakan untuk dialog interaktif s ecara langsung. Dengan chatting seseorang dapat
berkomunikasi secara langsung dengan orang lain pe rsis seperti telepon, hanya saja komunikasi
lewat chatting ini adalah tulisan atau pernya taan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak
dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat
ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video
conference ini dapat dilakukan secara langsun g antara beberapa pihak dengan menggunakan
sarana komputer atau monitor televisi.
Kontrak melalui e-mail adal ah salah satu kontrak on-lin e yang sangat populer karena
pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan
waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan
diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau  dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber
pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail  dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada
seseorang atau kepada banyak orang yang tergab ung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan
dan pemberitahuan penerimaan yang selu ruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dila kukan dengan penawaran barangnya diberikan
melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui
e-mail.Kontrak melalui web dapat dilakukan denga n cara situs web seorang supplier (baik yang
berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi
produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan
untuk membuat kontrak sendiri, yang memun gkinkan pengunjung web untuk memesan produk
atau jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor
kartu kredit.Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
- untuk produk on line yang beru pa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
- untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
- untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu
dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.

Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran
suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website
melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia
melakukan pembelian, maka konsumen tersebut ak an mengisi order mail yang telah disediakan
oleh pihak penjual.

Jika postingan ini bermanfaat silahkan di share atau di copy dengan mencantumkan sumber
Ada kesalahan di dalam gadget ini
>>Baca Juga yang Lainnya :
Template by : kendhin x-template.blogspot.com